Setiap waktu tidak pernah ku tak pernah bertemu denganMu
Cinta sejati dan kekalMu padaku
Musuhku adalah diriku
Tak sempurna jika diriku tak mempunyai nafsu
Sejak Adam dan Hawa bahkan sebelum mereka
Aku bukan siapa siapa
Ada aku dan tidak ada dunia tetap berjalan
Entah siapakah aku dulu
Dan siapakah aku di hidup yang akan datang
Karma sudah berjalan sesuai kehendakMu
Aku cintai orang yang cintai aku
Aku sayangi orang orang yang menyakitiku
Aku peluk semua yang menganggapku musuh
Aku maafkan sebelum mereka berniat buruk padaku
Aku dan Kamu menjadi satu
Aku lahir sendiri dan matipun harus sendiri
Kau berikan aku wadah berupa tubuh ini
Kau fasilitasi dengan rasa dan pikiran
Kau ciptakan sebuah keluarga dan teman
Andai aku sendiri tak ada siapapun
Musnahlah kesombonganku
Bagai api yang tersiram air
Musnahlah dendam dendamku
Musnahlah benci benciku
Musnahlah kejahatanku
Hidup.........
Mati...........
Seakan yang hidup itu hidup
Dan yang mati itu mati
Ya Allah tidak cukup namamu hanya tersemat Maha
Tidak ada kata yang cukup mendeskripsikanMu
Engkau lebih maha dari mahanya maha
Cahaya atas cahaya................
Hati terasa pedih kala melihat dunia
Tetapi ada keyakinan bahwa Kau memilih manusia sebagai pemimpin
Sebagai sang satria yang melawan iblisMu
Iblis juga sama seperti malaikat yang berjasa besar
Demi kelangsungan dan demi sebuah cinta yang maha
Oooh Tuhan......
Banyak sekali yang lalai
Tentang hakikatnya
Tentang siapa yang menggerakkannya
Tentang siapa yang memberinya berkat
Tentang siapa yang memberinya kemampuan
Semua lalai
Seolah dirinya sendiri yang kuat dan yang bisa
Lalaikah kamu....
Semua akan kembali padamu
Sesuai apa yang kau lakukan
Dengan hisab yang cepat...
Rasakan dan renungkan
Saat mati kemana kau pergi
Apakah penting semua yang dielu-elukan di dunia?
Hahaha...kalian telah menduakanNya dengan uang kedudukan dan jabatan
Pertanyakan dalam hatimu...
Jawablah sendiri dengan hati NURani mu...
Semoga semua makhluk berbahagia,damai dan rukun menuju kepadaNya yang satu nan esa
Sang Raja Diraja ,Penguasa Alam Semesta..
Senin, 28 Maret 2016
Selasa, 08 Maret 2016
Ziarah makam sunan gresik dan tumenggung pusponegoro
Saat sampai di makam Sunan Maulana Malik Ibrahim ,aku bersama 4 orang temanku turun dari bis dan melihat begitu ramainya para peziarah,teman teman satu bis sudah berhamburan dan berdesakan masuk ke dalam masjid dan makam sunan gresik. Lalu kami berlima memutuskan untuk menuju makam yg terlihat sepi sekali bahkan tidak ada orang satupun yang berziarah di belakang makam sunan Maulana Malik Ibrahim, kami masuk seperti gapura lurus saja dan belok kanan hanya satu arah dan satu pintu ,ternyata tepat ada gapura lagi yaitu makam Tumenggung Poesponegoro yaitu Bupati gresik pertama menurut ceritanya...
lalu setelah 10 menit kemudian kami pergi dan melangkah menuju gapura komplek pemakaman ini ,tepat diatas makam yang berada di pojokan atau tikungan jalan kami melihat ada orang berpakaian serba hitam dan berambut gondrong duduk diatas makam, kami melewatinya dan begitu kaki melangkah keluar kami dipanggil,' Hei !! mrinio', kami bertolehan satu sama lain dan tidak ada yang berani datang kepadanya,lalu aku memberanikan diri mendekati orang tersebut, "ada apa,pak?" kataku, dan orang tersebut membalas, "tolong aku golekno kembang kembujo sing mahkota e papat utowo enem,saiki",karena memang banyak pohon kamboja besar-besar di komplek tersebut,lalu aku juga meminta bantuan 4 temanku yang lain.Semula kami hanya meremehkan lalu kami memutuskan apa salahnya mencoba, dan anehnya diwaktu kami sekitar 15-20 menit di dalam komplek itu mencari bunga kamboja bermahkota 4 atau 6, tidak ada satu pun orang masuk ke dalam komplek tersebut padahal di depan sangat padat dan ramai sekali peziarah yang naik bus dan mobil-mobil yang banyak mencari parkiran yang memang sudah penuh.
Menyerahlah kami karena tidak ada satupun bunga bermahkota 4 atau 6 yang kami temukan setelah kami cari dengan teliti,karena memang rata-rata bermahkota 5,lalu 4 orang temanku menunggu di pintu gapura keluar dan aku kembali menemui orang tersebut,"mboten wonten pak" kataku, "sik sedilut entenono" "sahutnya, lalu ada 1 bunga jatuh diatas orang tersebut dan di ambilnya, lalu diberi kepadaku ," iki simpenen Insyaalloh, awakmu besok dadi wong pinter" kata orang tersebut, lalu karena ada rasa takut saya ambil bunganya dan berkata "nggih maturnuwun pak" sembari jalan menuju 4 teman saya aku lihat bunganya bermahkota 6 dan sambil berpikir ,pintar apa maksud orang tadi, begitu keluar dari gapura kami mencoba melihat ke dalam orang tersebut sudah tidak ada,lalu kami masuk lagi mencari memang tidak ada padahal hanya ada satu pintu masuk dan keluar yaitu di tempat kami berdiri saat itu. Wallahualam Bishowab.
lalu setelah 10 menit kemudian kami pergi dan melangkah menuju gapura komplek pemakaman ini ,tepat diatas makam yang berada di pojokan atau tikungan jalan kami melihat ada orang berpakaian serba hitam dan berambut gondrong duduk diatas makam, kami melewatinya dan begitu kaki melangkah keluar kami dipanggil,' Hei !! mrinio', kami bertolehan satu sama lain dan tidak ada yang berani datang kepadanya,lalu aku memberanikan diri mendekati orang tersebut, "ada apa,pak?" kataku, dan orang tersebut membalas, "tolong aku golekno kembang kembujo sing mahkota e papat utowo enem,saiki",karena memang banyak pohon kamboja besar-besar di komplek tersebut,lalu aku juga meminta bantuan 4 temanku yang lain.Semula kami hanya meremehkan lalu kami memutuskan apa salahnya mencoba, dan anehnya diwaktu kami sekitar 15-20 menit di dalam komplek itu mencari bunga kamboja bermahkota 4 atau 6, tidak ada satu pun orang masuk ke dalam komplek tersebut padahal di depan sangat padat dan ramai sekali peziarah yang naik bus dan mobil-mobil yang banyak mencari parkiran yang memang sudah penuh.
Menyerahlah kami karena tidak ada satupun bunga bermahkota 4 atau 6 yang kami temukan setelah kami cari dengan teliti,karena memang rata-rata bermahkota 5,lalu 4 orang temanku menunggu di pintu gapura keluar dan aku kembali menemui orang tersebut,"mboten wonten pak" kataku, "sik sedilut entenono" "sahutnya, lalu ada 1 bunga jatuh diatas orang tersebut dan di ambilnya, lalu diberi kepadaku ," iki simpenen Insyaalloh, awakmu besok dadi wong pinter" kata orang tersebut, lalu karena ada rasa takut saya ambil bunganya dan berkata "nggih maturnuwun pak" sembari jalan menuju 4 teman saya aku lihat bunganya bermahkota 6 dan sambil berpikir ,pintar apa maksud orang tadi, begitu keluar dari gapura kami mencoba melihat ke dalam orang tersebut sudah tidak ada,lalu kami masuk lagi mencari memang tidak ada padahal hanya ada satu pintu masuk dan keluar yaitu di tempat kami berdiri saat itu. Wallahualam Bishowab.
Jumat, 04 Maret 2016
Menembus Batas (3 End)
1. Khilaflah pandangan yang mengatakan bahwa manusia berhak dan mampu menyutradarai dirinya sendiri secara total. Namun lebih khilaf lagi jika dikatakan bahwa manusia, rakyat, lahir ke dunia hanya sekedar untuk menjalani penyutradaraan.
2. Proses apapun, apalagi perlawanan dan pembebasan, mestilah ditempuh dengan kerja keras terus-menerus, penguasaan atas segala yang diperlukan oleh proses itu, serta persediaan waktu yang tidak pendek.
3. Puisi bukan apa-apa. Ia hanya bikinan manusia. Sedang manusia bukan apa-apa, kecuali ia yang bekerja agar ia lebih dari sekedar bukan apa-apa. Apapun saja bukan apa-apa kecuali Allah.
4.Jangan sampai kita mengeksploitasi persahabatan atau kemanusiaan untuk hal-hal yang bersifat professional
5. Kita terseret untuk membenci orang kaya, atau mencintai kemiskinan, saking getolnya membela orang miskin. Jadi sama halnya dengan setiap orang memeras orang miskin, karena sangat getol dengan kekayaan. Artinya, apakah untuk menjadi kaya harus melalui memiskinkan orang dahulu?
6. Saudaraku, dimana saja aku adalah aku, sebagaimana di hutan pun engkau adalah engkau.
7. Semua jenis rentetan peristiwa padamu digiring oleh Allah menuju Allah.
8. Apapun peristiwa yang kau alami adalah hikmah positif makanya selalu didengungkan untuk berprasangka baik.
9. Pada saat terjadi jatuhnya crane di Mekkah banyak korban yang meninggal dan selamat, tapi apakah yang meninggal berarti tidak selamat ?? Belum tentu...
10. Jangan kau terbujuk dengan rayuan surga,jika tujuan hidupmu surga berarti kau menuhankan surga, pokoknya ridho saja kepada Allah ,..
11. Sakit menurut saya tidak ada hubungannya dengan mati, sakit tidak ada hubungan dengan makanan dan cuaca, sakit dan sehat bergantung bersihnya hatimu dari iri,dengki,sombong,kikir dsb...
12. Musuh terbesarmu adalah dirimu sendiri, jihad sesungguhnya adalah jihad melawan dirimu sendiri..
13. Pada saat hendak beribadah ada orang kecelakaan di jalan ,lalu apa lantas terus tetap ke tempat beribadah ?? Apakah Tuhan hanya ada di masjid, sinagog, pura ,greja saja???
14. Ibarat saya bekerja dalam perusahaan dan dipercaya bos, sehingga bila terjadi apa-apa dengan saya, bos ikut membantu dan turun tangan karena sudah percaya pada saya, begitulah kita seharusnya kepada Tuhan ,jadilah pegawai Tuhan yang dipercaya di dunia...
15. Tidak ada sesuatu yang jelek dan tidak berguna, Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu secara sia-sia, yang membuat jelek hanyalah sesuatu yang tidak pada tempatnya...
Ayo kita bersama-sama menembus dimensi lain dalam pikiran kita sendiri, mencoba bekerja sama dengan alam, welas asih terhadap semua makhlukNya, bebaskan pikiranmu dari ruang-ruangan yang sempit, dimanapun kau berada bukalah lebar lebar pintumu tapi tetap tersekat, Islam,Buddha,taoisme,Hindu,Nasrani ,Katolik,Yahudi, aliran-aliran kepercayaan lain ,NU,Syiah,Sunni,Muhammadiyah,Golkar,PDI, demokrat, TNI,Polri,Satpol pp,Hansip, Tukang Becak, Pengangguran, dll....bersama sama kita bangun kedamaian mulai dari hatimu dan keluargamu...
Rabu, 02 Maret 2016
Lakon e opo lan sopo.......
Lakon lan lelakon urip kuwi macem e akeh,ono yudhistiro,bimo,arjuno,pandu,bismo ,aswotomo,dursosono,sengkuni lan sakliyane ,contone pewayangan ugo ono ing panguripan,luwih luwih ono sing bimo campur duryudono,bismo campur destrorosto,kresno campur wibisono , akeh variabel e...
Gak sekedar kuwi ugo ono sing umar campur utsman,abu jahal campur zaid,ono meneh yudas campur petrus,kabeh kuwi yo ono maqom e dewe-dewe....
ngelmu nganti laku kuwi paribasan e ,nggoleki i ngelmu ojo pilih pilih ,pilih madzhab siji tok,pilih NU atau Muhammadiyah tok,milih buddha tok contone,kuwi artine isih durung bijak,wong Rasululloh jelas-jelas ngendiko nggolek ilmu nganti negri cino,utowo nek wong Jowo bang-bang wetan.Nang kabeh wae ono ilmune dadi ojo pilih pilih tetep ngandhap asor lan tepo sliro...
Nggoleki sejarahe sampe bener kuwi angel,mergi isih terkotak kotak pikirane,isih cenderung nang sak kelompok,sak organisasi utowo sak partai.ojo gampang nyalahno kabeh dirangkul gawe nggoleki hikmah e..
Jaman saiki akeh sing lali hakikat e dewe dewe,kerjo saiki dibatasi tekan ijasah durung mesti sing duwe ijasah iku pantes ,akeh sing ora sekolah tapi sukses keluarga lan nyambut gawene,sing ala durung mesti ala iso ae iku dadi sing apik kanggomu...
Sinaunono lan golekono ndek ndi awak e dewe dilairno,dek endi gedhe ne lan sakpiturute,budoyo lan peradaban e dewe dewe digoleki, nek wes ditakdirno dadi pitik g usah kepingin mumbul dadi manuk,nek dadi manuk kenari mangan winih-winihan g usah ngimpi dadi manuk rojowali mangan daging..
mugo iso dadi tambahan bahan sinau...lan tulisan iki nggih durung mesti bener ..tapi nggih isih ono kemungkinan bener :)
Gak sekedar kuwi ugo ono sing umar campur utsman,abu jahal campur zaid,ono meneh yudas campur petrus,kabeh kuwi yo ono maqom e dewe-dewe....
ngelmu nganti laku kuwi paribasan e ,nggoleki i ngelmu ojo pilih pilih ,pilih madzhab siji tok,pilih NU atau Muhammadiyah tok,milih buddha tok contone,kuwi artine isih durung bijak,wong Rasululloh jelas-jelas ngendiko nggolek ilmu nganti negri cino,utowo nek wong Jowo bang-bang wetan.Nang kabeh wae ono ilmune dadi ojo pilih pilih tetep ngandhap asor lan tepo sliro...
Nggoleki sejarahe sampe bener kuwi angel,mergi isih terkotak kotak pikirane,isih cenderung nang sak kelompok,sak organisasi utowo sak partai.ojo gampang nyalahno kabeh dirangkul gawe nggoleki hikmah e..
Jaman saiki akeh sing lali hakikat e dewe dewe,kerjo saiki dibatasi tekan ijasah durung mesti sing duwe ijasah iku pantes ,akeh sing ora sekolah tapi sukses keluarga lan nyambut gawene,sing ala durung mesti ala iso ae iku dadi sing apik kanggomu...
Sinaunono lan golekono ndek ndi awak e dewe dilairno,dek endi gedhe ne lan sakpiturute,budoyo lan peradaban e dewe dewe digoleki, nek wes ditakdirno dadi pitik g usah kepingin mumbul dadi manuk,nek dadi manuk kenari mangan winih-winihan g usah ngimpi dadi manuk rojowali mangan daging..
mugo iso dadi tambahan bahan sinau...lan tulisan iki nggih durung mesti bener ..tapi nggih isih ono kemungkinan bener :)
Senin, 29 Februari 2016
Menembus Batas (2)
1. Tidak
ada masalah lurahnya Muslim, cariknya Katolik, kamituwonya Hindu, kebayannya
Gatholoco, atau apapun.. jangankan kerja sama dengan sesame manusia, sedangkan
dengan kerbau dan sapi pun kita bekerja sama nyingkal dan nggaru sawah.
2. Agama
adalah akhlak. Agama adalah perilaku. Agama adalah sikap. Semua agama tentu
mengajarkan kesantunan, belas kasih, dan cinta kasih sesama. Bila kita cuma
puasa, shalat, baca al-quran, pergi kebaktian, misa, datang ke pura, menurut
saya, kita belum layak disebut orang yang beragama. Tetapi, bila saat bersamaan
kita tidak mencuri uang negara, meyantuni fakir miskin, memberi makan anak-anak
terlantar, hidup bersih, maka itulah orang beragama.
3. Kalo kambing, biarkan
dia jadi kambing. Kalau kerbau, biarkan dia jadi kerbau. Yang penting jangan
kambing di kerbau-kerbaukan, atau kerbau di kambing-kambingkan.
4. Orang yang saling
mencintai itu akan saling memberi dan saling mengalah.
5. Yang
diagungkan orang-orang modern seperti di kampus-kampus adalah sains, namun
melupakan etika. Dan yang diagung-agungkan oleh kyai dan santri di
pesantren-pesantren adalah etika, namun melupakan sains. Padahal keduanya harus
seimbang.
6. Setiap kita menutup
pembicaraan kita, selalu ditutup dengan kalimat “Wabillahi taufik wal
hidayah”. Taufik adalah rahmat persatuan, yaitu kita bersatu padu dengan
satu sama lain yang berbeda, untuk merumuskan kehidupan yang lebih mulia.
setelah itu Allah akan memberikan hidayah. Maka sebelum hidayah turun, maka
harus mendapat taufik dulu, yaitu rahmat persatuan. Karena hidayah itu tidak
akan turun sebelum taufik tercipta.
7. Kita memang bangsa
besar yang luar biasa. Kita tersenyum, ada kepentingan atau tidak. Beda dengan
di Jerman atau negara kapitalis lain. Di sana,
kalau ada pelayan tersenyum, itu bukan menyenyumi anda sebagai manusia. Yang
disenyumi adalah uang yang akan kau belanjakan.
8. Pikiran itu bekerja dengan sendirinya,
seperti juga jantung dan usus. Bukankah seseorang tiba-tiba pada suatu
malam sunyi memperoleh idea tau ilham? Atau mendadak terpikir sesuatu
olehnya?
9. Kalau ia susah payah narik taksi
sekedar untuk cari makan, alangkah ruginya ! hal demikian cukup dilakukan
oleh ayam. Bukankah sambil menyetir taksi, dia bias merenungkan sesuatu
hal, bias berdzikir dengan ucapan yang sesuai dengan tahap penghayatan
atau kebutuhan hidupnya, bias mengamati macam-macam manusia, bias belajar
kepada sebegit banyak peristiwa.
10. Kalian berbicara bahwa dunia sudah
semakin rusak dan akan semakin rusak. Siapa yang merusak? Kalian sendiri.
11. Allah meninggikan langit dan meletakan
perimbangan. Demikianlah hukum nilai Allah. Karena itu orang disuruh
shalat, yaitu menyesuaikan diri dengan hukum keseimbangan itu.
12. Manusia tidak
sempurna: dia harus selalu berendah hati dan siap mengakui kekurangan dan
kelebihannya.
13. Di Akhirat kelak, seluruh hakikat
hidup kita mengemukakan dirinya secara jujur, tak bisa kita rencanakan,
tak bisa kita politisasi atau manipulasi.
14. Salah satu unsur
cinta dewasa adalah empati: mengambil kepentingan pihak lain yang kita cintai
menjadi concern (perhatian) kita. Lalu kekasih kita haus, maka kita yang gugup
mencarikan air minum. Kalau kekasih kita terluka, perasaan kita yang
mengucurkan darah. Kata penyair Sutardji Calzoum Bahri: yang terluka padamu,
berdarah padaku.
15. Nilai perjuangan di
mata Allah dan hakikat kebenaran tidak ditentukan oleh berhasil tidaknya suatu
perjuangan. Melainkan ditentukan oleh kesetiaan daya juang sampai batas yang
seharusnya dilakukan.
16. Saya sangat mencintai
manusia, yang baik ataupun yang jahat. Yang baik saya cintai dengan memujinya,
yang jahat saya cintai dengan mengkritiknya, ishlah atau apa pun yang
berorientasi kepada kebaikan dan keselamatan.
17. Kita dilarang
membiarkan kebodohan. Apalagi kebodohan yang sombong.
18. Di
tengah seribu hal yang menyumpekkan, tak kurang jua yang meringankan.
19. Kambing
jangan seenaknya menyimpulkan bahwa harkatnya lebih tinggi daripada ayam,
karena makanannya rumput dan dedaunan sementara ayam makan debu dan ulat-ulat
kotor. Sebab kebudayaan ayam memiliki perspektif nilai-nilainya sendiri,
memiliki acuan estetika dan hukum kesehatannya sendiri, yang tidak bisa
dibandingkan dengan kerangka acuan kambing.
20. Keburukan itu tidak ada. Keburukan adalah kebaikan
yang tidak diletakan pada ruang dan waktu yang semestinya. Sama halnya dengan
kebencian, sesungguhnya ia adalah gelar dari cinta yang disakiti.
21. Zaman ini adalah zaman yang paling merasa tahu segala
sesuatu, tetapi dimana-mana terjadi kedunguan dan ketidaktahuan terhadap hakikat
kehidupan disbanding peradaban-peradaban masa silam. Alangkah sakit jiwanya.
22. Zaman
sekarang adalah zaman yang mengaku paling sehat dan memuncaki ilmu dan
tekhnologi kesehatan, tetapi berderet-deret penyakit baru muncul. Alangkah
sakit jiwanya.
23. Zaman
sekarang adalah zaman dimana nilai-nilai, substansi, makna kata, hakikat
realitas, dijungkirbalikan secara sengaja seperti menaruh bola mata dibalik
ketiak. Alangkah sakit jiwanya.
24. Orang
yang kehilangan, setidaknya akan ingat bahwa ia kehilangan. Tapi kalau terlalu
lama ia merasa kehilangan sesuatu, akhirnya yang hilang bukan hanya sesuatu
itu, tetapi juga rasa kehilangan itu sendiri.
25. Kenapa kita tak bersedia merasa sebagai
anak yang sedang belajar, sehingga ketidakmampuan itu wajar dan tak perlu
ditutup-tutupi. Kenapa kita cenderung menciptakan diri menjadi nabi-nabi kecil
yang bersabda dengan gagah perkasa.
26. Yang
kita kehendaki dari anak-anak kita terutama adalah kepatuhan dan ketertiban
dalam ukuran-ukuran kita sendiri. Kita kurang memiliki tradisi empati untuk
membayangkan dan sampai batas tertentu membiarkan anak-anak kita menjadi diri
mereka sendiri.
27. Manusia
mesti memutuskan sesuatu untuk menemukan dirinya kembali, memilih tempatnya
berpijak, menentukan kedudukannya. Di tengah ilmu yang makin menumbuhkan ruh.
Di tengah pengebirian agama, pendangkalan kebudayaan, ironi kenyataan yang
palipurna, penindasan yang disamarkan, penjajahan dengan senyuman. Ini zaman
darurat, apa yang bias kau perbuat? Mengubah masyarakat? Itu impian sekarat.
28. Kehidupan berhenti ketika seseorang memilih aman
daripada gelisah dan resiko.
_________ Bersambung _________
Jumat, 26 Februari 2016
Menembus Batas (1)
· Tugas
pemerintah mengolah modal kekayaan Negara untuk kesejahteraan rakyat lahir
bathin.
· Derajat
pemerintah ada di bawah maqam rakyat. Tugas mereka mengolah modal kekayaan
Negara untuk diantarkan kepada rakyat. Demokrasi adalah satu jenis kendaraan
untuk mengantarkan kesejahteraan itu.
· Pemerintah
dilarang main-main, sok kuasa, lupa hakekat demokrasi dan rakyat, merasa dri di
atas rakyat, dan lupa bahwa rakyat bisa hidup tanpa pemrintah sementara
pemerintah tak bisa ada tanpa rakyat.
· Presiden dan
seluruh jajaran pejabat birokrat adalah pembantu rumah tangga rakyat.Rakyat
membayarnya, menyediakannya kantor, rumah dinas, kendaraan, serta segala
kelengkapan untuk menjalankan tugasnya. Pemerintah adalah pihak yang di pilih,
rakyat adalah pihak yang memilih. Yang memilih lebih tinggi derajatnya dan
lebih berkuasa dari yang dipilih apalagi yang membayar dan yang di bayar. Yang
membayar adalah bos yang di bayar adalah karyawan. Rakyat adalah juragan
pemerintah adalah buruh.
· Seluruh pasal
konstitusi, hukum, dan aturan-aturan apapun dalam kehidupan bernegara, mengacu
pada derajat kedaulatan rakyat yang terletak di atas kepala pejabat.
- Kantor yang di tempati walikota itu bukan pemerintah, melainkan gedung Negara. Pemerintah tidak punya gedung, lha wong orang-orang pemerintah saja di gaji oleh rakyat. Itu gedung Negara, Negara adalah aplikasi otoritas rakyat. Esensinya itu adalah gedungnya rakyat. Juga obil yang di kendarai walikota adalah mobilnya rakyat. Dan apa saja di badan walikota yang berasal dari keuangan Negara, itu adalah kepunyaan rakyat.
- Aku sudah lama berlatih mencintai manusia serta berlatih untuk tidak dicintai manusia, berlatih untuk tidak menghormati, untuk diremehkan, dihina, dipinggirkan, tanpa itu semua mengurangi rasa cintaku pada manusia.
- Benar-benar tidak penting siapa seseorang. Apa jabatan atau status sosialnya. Dunia akhirat yang penting adalah apa yang dia lakukan untuk orang banyak. Dicatat atau tidak, diketahui atau tidak, dipuji atau tidak, mendapat tanda jasa atau tidak.
- Kita bangsa bersuku-suku, tetapi cita-cita kita satu. Kita bermacam-macam budaya, tetapi gawang kehidupan satu. Kita punya banyak agama, ragam nilai, pilihan-pilihan di segala sisi kehidupan, tetapi obsesi kita satu. Satu cita-cita itu ialah menjadi kaya.
- Yang melimpah jauh lebih baik dibanding Tuhan. Korupsi jauh lebih dipercaya dibanding hakikat dan metabolism rezeki. Orang lebih tertarik kepada kekayaan dibanding keshalehan. Orang lebih tergiur kepada kejayaan dibanding kemuliaan hidup.
- Saya tidak punya keberanian memaknai kata “do’a” sebagai permohonan, permintaan, mengemis kepada Allah, meskipun Allah sangat mendengarkan orang yang memohon kepada-Nya. Pengertian do’a yang agak mendekati tepat atau enak, mungkin adalah menyeru atau menyapa. Berdo’a adalah menyapa Allah. Kita sapa Dia karena Dia tahu persis apa yang kita inginkan dari-Nya. “menyapa” itu statusnya “memberi”, maka lebih potensial untuk dibalas pemberian oleh Allah. Sedangkan “memohon” ya “meminta”, potensi untuk diberi lebih kecil dibanding menyapa. Sekurang-kurangnya begitulah logika saya.
- Para ilmuwan itu lebih tertarik kepada satu tikus yang sakit dibanding jutaan tikus yang sehat. Ini hokum alam. Sakit lebih menonjol dibanding sehat. Kacau lebih menggairahkan disbanding damai. Buruk lebih laku dibanding baik. Jahat lebih sensasional dibanding mulia. Hancur lebih mudah dipasarkan dibanding bangkit. Curang lebih nendang dibanding jujur. Bentrok lebih nikmat dipergunjingkan daripada rukun.
- Kalau memberi karena diminta apa hebatnya?, tetapi kalau tidak diminta kita tetap memberi, itu baru nikmat.
- Tak ada hak saya untuk tidak suka kepada pengemis atau apa saja dan apa pun saja, karena mereka semua ciptaan Tuhan. Mana berani saya tidak suka karya Allah.
- Ada orang berjuang, berteriak-teriak, dan melaksanakan perjuangannya. Ada orang berjuang, tetapi tidak berteriak, karena teriakan mengganggu strateginya, namun mewujudkan perjuangannya. Ada orang berjuang dan tidak sibuk mengumumkan di Koran bahwa ia berjuang. Ada orang berteriak-teriak tetapi tidak berjuang. Ada orang yang tidak berteriak-teriak dan tidak berjuang… dengan berbagai variabelnya.
- Ada orang yang mengerti dan mengerti bahwa ia mengerti. Ada orang mengerti tetapi tidak mengerti bahwa ia mengerti. Ada orang tidak mengerti tetapi mengerti bahwa ia tidak mengerti. Ada orang tidak mengerti dan tidak mengerti bahwa ia tidak mengerti… dengan berbagai variabelnya
- Salah satu jenis kebodohan bangsa Indonesia yang “saru” alias “gak ilok” adalah menjual hak demokrasi kerakyatannya dengan menerima atau menukarkannya dengan uang sogokan beberapa puluh ribu dari calon penguasa.
______________ Bersambung _________________
Langganan:
Postingan (Atom)








